Sabtu, 16 Juli 2011

Hakikat Akuntansi dan Prospek Kerjanya di Masa Depan


OLEH: M. AGUNG SETIAWAN

FILOSOFI AKUNTANSI

Akuntansi merupakan ilmu perhitungan bisnis. Atau banyak yang menyebutnya bahasa bisnis. Karena setiap jenjang bisnis manapun pastilah membutuhkan sebuah laporan keuangan yang mendasarkan perhitungan akuntansi. Sehingga akuntansi menjadi bagian dari bisnis itu sendiri.

Dengan teori yang berlandaskan pada pola hitungan yang lumayan rumit dan dituntut ketelitian seorang akuntan, akuntansi memerlukan sikap profesionalisme dan disiplin tinggi. Sejak dibangku SMA dan Kuliah, seorang calon akuntan dibekali ilmu yang mendalam dalam hal hitung-menghitung akuntansi. Tidak hanya menghapal prinsip dasar, tetapi juga mampu memahami hakikat dari akuntansi secara baik, serta dihimbau untuk mempunyai etika dan moral yang santun.

Sejarah mencatat, perkembangan akuntansi berawal dari peradaban Babilonia, berlanjut ke Mesir kuno dan Yunani Kuno, 3000 tahun sebelum masehi. Hal ini seiring dengan perkembangan filsafat ditengah-tengah peradaban kuno yang sedang berkembang. Sejak perdagangan mulai berkembang, sejak itu pula akuntansi lambat laun semakin berkembang. Lewat kontribusi dan pemikiran ilmuwan berbagai bangsa, akuntansi pun semakin modern.

Karena akuntansi adalah ilmu sosial, ilmu yang mengkaji aktivitas antarmanusia, maka ilmu ini berpedoman pada filsafat-filsafat para pemikir selama beberapa abad. Contohnya dalam pencatatan transaksi akuntansi, kejujuran adalah harga mati. Jika kejujuran tidak dipraktekan maka akan terjadi kesalahan-kesalahan berkelanjutan dan merugikan para pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, etika moral dan filsafat kebaikan perlu dipupuk dalam diri seluruh akuntan modern saat ini, karena tidak akan mungkin sebuah ilmu menjadi bermanfaat jika implementasi filsafatnya tidak sejalan bersamaan. Karena itu filosofi dari akuntansi adalah kejujuran, kedisiplinan, dan profesionalisme setiap akuntan dalam bekerja. Bukan kewajiban, tapi kebutuhan.

MASA DEPAN AKUNTAN

Di Indonesia sendiri, akuntan sangat diperlukan dalam berbagai bidang profesi pekerjaan. Di setiap lini masyarakat maupun pemerintah, spesialisasi kerja akuntan dapat dikatakan kurang. Hal ini sempat dilontarkan pihak Bank Indonesia bahwa mereka kekurangan auditor untuk mengawasi bank-bank komersil di Indonesia, sehingga akhir-akhir ini banyak terdapat kasus fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh bank-bank komersil. Kasus Citibank misalnya, karena adanya kesempatan, pegawai bank tersebut pun melakukan tindakan kejahatan terhadap nasabahnya dengan membobol dana mereka. Kasus seperti ini baru diketahui setelah nasabah yang lebih dulu melaporkan. Sangat jelas bahwa pihak pengawas yang berkepentingan tidak bekerja secara maksimal.

Secara kolektif profesi akuntan sebagai auditor banyak diperlukan, ibarat perumahan jika tak ada security yang menjaganya, kemungkinan maling dan perampok akan berkuasa. Kebutuhan akan independensi seorang akuntan pun jelas diinginkan berbagai pihak. Perusahaan besar yang memiliki andil terhadap perekonomian nasional, pasti memiliki kewajiban pajak yang besar. Pemungut pajak (pemerintah) tak ingin dipecundangi oleh mereka, karena akan merugikan perekonomian nasional, dan tak lain caranya dengan memakai jasa akuntan yang kredibel dan dapat dipercaya selain menggunakan akuntan pajak pemerintah.

Bahkan banyak kasus-kasus kejahatan korupsi ditemukan oleh lembaga-lembaga pemeriksa keuangan. Atau jika ada permasalahan hukum, akuntan dilibatkan. Solusi jitu memperkerjakan akuntan pada beragam bidang merupakan kemajuan akuntansi dalam era modern, saat ini. Apalagi jika standar akuntansi secara internasional diterapkan, setiap negara mempunyai standar yang sama dan memudahkan bertukar informasi keuangan secara global.

Sudah tak dapat dipungkiri, profesi akuntan adalah yang relatif prospektif dalam kacamata bisnis dan pemerintahan. Karena detil kepentingannya di atas ranah dunia kerja, menjadi modal penting memilih pekerjaan. Namun, dituntut memahami hakikat akuntansi yang sebenarnya. Profesional, jujur, adil, dan bebas KKN.

******

Contoh profesi yang dapat digeluti lulusan sarjana atau diploma akuntansi:
1. Kepala Departemen Akuntansi, 
2. Akuntan Publik,
3. Kepala Perpajakan,
4. Staff Accounting,
5. Akuntan Pendidik,
6. Akuntan Pemerintah (pajak),
7. Coorporate Secretary,
8. Manajer Keuangan,
9. Analis Sistem Informasi Akuntansi,
10. Enterpreneur di berbagai bidang usaha baik industri maupun Jasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar